BUDAK SEMBULANG
HIDUP TENANG HATIPUN SENANG
Minggu, 14 Juli 2013
Artikel Tulang Rusuk
Tulang Rusuk
Fiona: Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa?
Albert: Kamu dong!
Fiona: Menurut kamu, aku ini siapa?
Albert: (berpikir sejenak lalu menatap Fiona dengan
pasti). Kamu tulang rusukku! Karena Tuhan melihat bahwa Adam
kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua Pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati ...
"Setelah menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat.Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang ada. Hidup
mereka menjadi membosankan.
Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari pada akhir sebuah
pertengkaran Fiona lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia
berteriak "Kamu nggak cinta lagi sama aku!". Albert sangat membenci ketidak dewasaan Fiona dan secara spontan balik berteriak "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku !!!"
Tiba-tiba Fiona menjadi terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa
saat. Albert menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi seperti air yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali.Dengan berlinang air mata,Fiona kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.
Lima tahun berlalu. Albert tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari
tahu akan kehidupan Fiona. Fiona pernah ke luar negeri tetapi sudah kembali. Dia pernah menikah dengan seorang asing dan bercerai.
Albert agak kecewa bahwa Fiona tidak menunggunya kembali. Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum kopinya dan merasakan sakit di hatinya. Tetapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Fiona.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat di mana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas.
Albert: Apa kabar?
Fiona: Baik ... apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Albert: Belum.
Fiona: Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.Aku akan
kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, tidak ada yang berubah. Fiona tersenyum manis, lalu berlalu. "Good bye ...."
Satu minggu kemudian ternyata Fiona adalah satu korban Menara WTC.
Malam itu, sekali lagi, Albert mereguk kopinya dan kembali merasakan Sakit dihatinya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Fiona, Tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan. "Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya adalah fatal. Seringkali penyesalan itu datang belakangan akibatnya setelah kita menyadari kesalahan kita, semua sudah terlambat....
Karena itu jagalah dan sayangilah orang yang kau cintai dengan segenap
hatimu..., Sebelum kau mengucapkan sesuatu berpikirlah dulu,apakah
kata-kata yang kau ucapkan akan menyakiti orang yang kau
cintai?? Kalo iya sebaiknya jangan kau ucapkan. Karena akan semakin besar resiko kau kehilangan orang yang kau cintai. Jadi berpikirlah dahulu, apakah kata-kata yang akan kau ucapkan sebanding dengan akibat yang akan kau terima?"
ARTIKEL PSIKOLOGI Penolakan adalah KebangkitaN
Penolakan adalah Kebangkita
Acapkali kita merasa terpukul disaat keinginan ditolak atau tidak ditanggapi samasekali, padahal kejadian tersebut dapat menghasilkan hikmah bagi orang yang memandang semua itu terdapat jalan keluarnya. Ah.itu teori, mungkin anda berpikir demikian. secuil pengalaman pernah saya alami disaat menempuh SMU di Bandung. Awalnya saya telah bersekolah disalah satu STM Negeri dikota Bandung, dan tidak mengecewakan disaat itu saya mendapat beasiswa Supersemar. Namun ada kendala sewaktu menempuh pendidikan di STM sehabis kerja praktek di bengkel las, mata saya selalu bengkak/ memerah disebabkan oleh sinar yang cukup tajam. Atas saran dari keluarga saya akhirnya pindah atau mengulang kembali dari kelas satu disalah satu SMU (Y) Negeri yang cukup terkenal di Bandung. Disinilah hikmah yang saya dapatkan. Sebetulnya saya ingin bergabung dengan SMU (X) yang mempunyai peringkat diatas SMU yang saat ini saya masukin. Pada intinya saya sudah memenuhi persyaratan NEM yang diterapkan oleh SMU (X
) namun karena birokrasi SMU (X) yang mensyaratkan surat kepindahan dari Kanwil Depdikbud yang cukup berbelit - belit maka saya putuskan untuk bergabung di SMU ( Y ). Yang batas minimal NEMnya masih dibawah SMU X.
Penolakan dengan alasan belum lengkapnya persyaratan tidak mengecilkan hati saya, malah dalam hati kecil akan saya buktikan bahwa saya akan lebih baik di SMU Y. Di SMU Y semenjak kelas satu saya sudah merintis berdirinya Pramuka dan PMR dan hampir semua kegiatan ektrakurikuler menjadi bagian keseharian saya. Saya bukan hanya sebagai partisan belakan namun juga diamanatkan menjadi ketua. Bahkan ketua OSIS pun pernah saya lakoni.
Sebenarnya motivasi utama saya melakukan tersebut tidak lain disebabkan oleh suara - suara miring dari beberapa kerabat yang mengatakan saya tidak akan bisa berkompetisi dilingkungan perkotaan. Maklum saya sebenarnya berasal dari salah satu pulau yang berada di luar Jawa. Ditambah dengan penolakan halus dari SMU X manambah keyakinan dalam diri saya bahwa saya bisa menjadi yang terbaik dimana saya berada. Tepatnya menjelang kelas 3 SMU pada tahun 1993, dengan beberapa kesibukan aktivitas saya menyempatkan diri mengikuti perlombaan karya tulis remaja tingkat nasional dalam rangka hari kebangkitan nasional. Dengan pengalaman menulis otodidak saya mencoba mengirim karya saya ke Jakarta, dan tanpa diduga saya menjadi nominasi final di Jakarta.
Surat pemberitahuan tersebut datang kesekolah, dan saya dipanggil ke Jakarta guna melakukan presentasi akan karya tulis tersebut. Meskipun saat itu saya sangat sibuk disebabkan oleh jabatan ketua panitia perpisahan kelas 3, maka saya sempatkan diri menuju Jakarta untuk bergabung dengan finalis lainnya dari seluruh Indonesia.
Saat di Jakarta 5 orang finalis berkumpul, 2 orang dari Jawa tengah, 1 dari pulau Kalimantan, 1 dari pulau Sumatera dan saya mewakili Jawa Barat. Selama di Jakarta hanya saya sendiri yang tidak didampingi guru pendamping, pada saat itu saya hanya datang sendiri ke Jakarta dengan ongkos ala kadarnya.
Presentasi untuk mempertahankan karya tulis dihadapan para juri cukup seru, Juri tersebut diantaranya DR. Anhar Gonggong dan beberapa pejabat dari Depdikbud pusat.
Hasilnya.......Saya dinobatkan sebagai Juara pertama tingkat nasional mengalahkan empat finalis lainnya.
Terus terang yang terpikir saat itu bagi saya bukan gelar juara tapi saya sudah berhasil membuktikan ucapan terdahulu bahwa saya bisa menjadi yang terbaik. Ditambah dengan motivasi saya untuk bisa mendapatkan uang guna membiyai sekolah dan hidup menjadikan diri saya harus bisa menang dalam pertarungan hidup.
Beberapa bulan kemudian, saya mengikuti perlombaan karya tulis yang dilaksanakan oleh LP3I Jakarta, hasilnya adalah juara 2 tingkat nasional.
Sampai saat ini kegemaran menulis tetap saya lakoni, meskipun kesibukan yang menyita waktu saban harinya di sebuah perusahaan nasional tidak menjadikan saya lupa akan kegemaran tersebut. Suatu hal yang tidak seirama dengan gebrakan awal, saya menulis lebih cendrung untuk mendapatkan materi, namun saat ini saya menulis dengan keinginan ada perubahan perilaku, kebijakan terhadap objek yang saya tulis. Memang saya lebih banyak menulis dalam koridor advokasi yang cendrung membuat pembuat kebijakan cukup terusik dengan tulisan tersebut.
Waktu memang tak bisa diraba ..sekian tahun telah berlalu dan pendidikan S2 sudah dirampungkan, sekian tahun yang lalu. Dan kini aku bebas menapak kehidupan dengan bisikan nurani......
Renungan dari Cerita ini :
1.. Jangan anggap penolakan sebagai harga mati untuk tidak bisa berkarya
2.. Suara - suara miring jangan dianggap sebagai beban, namun tantanglah suara tersebut dengan hasil yang lebih baik.
3.. Kehidupan akan nikmat jika kita merasakan gado -gado kehidupan yang pada akhirnya dengan bijak dapat kita putuskan sebuah jalan rintisan.
Acapkali kita merasa terpukul disaat keinginan ditolak atau tidak ditanggapi samasekali, padahal kejadian tersebut dapat menghasilkan hikmah bagi orang yang memandang semua itu terdapat jalan keluarnya. Ah.itu teori, mungkin anda berpikir demikian. secuil pengalaman pernah saya alami disaat menempuh SMU di Bandung. Awalnya saya telah bersekolah disalah satu STM Negeri dikota Bandung, dan tidak mengecewakan disaat itu saya mendapat beasiswa Supersemar. Namun ada kendala sewaktu menempuh pendidikan di STM sehabis kerja praktek di bengkel las, mata saya selalu bengkak/ memerah disebabkan oleh sinar yang cukup tajam. Atas saran dari keluarga saya akhirnya pindah atau mengulang kembali dari kelas satu disalah satu SMU (Y) Negeri yang cukup terkenal di Bandung. Disinilah hikmah yang saya dapatkan. Sebetulnya saya ingin bergabung dengan SMU (X) yang mempunyai peringkat diatas SMU yang saat ini saya masukin. Pada intinya saya sudah memenuhi persyaratan NEM yang diterapkan oleh SMU (X
) namun karena birokrasi SMU (X) yang mensyaratkan surat kepindahan dari Kanwil Depdikbud yang cukup berbelit - belit maka saya putuskan untuk bergabung di SMU ( Y ). Yang batas minimal NEMnya masih dibawah SMU X.
Penolakan dengan alasan belum lengkapnya persyaratan tidak mengecilkan hati saya, malah dalam hati kecil akan saya buktikan bahwa saya akan lebih baik di SMU Y. Di SMU Y semenjak kelas satu saya sudah merintis berdirinya Pramuka dan PMR dan hampir semua kegiatan ektrakurikuler menjadi bagian keseharian saya. Saya bukan hanya sebagai partisan belakan namun juga diamanatkan menjadi ketua. Bahkan ketua OSIS pun pernah saya lakoni.
Sebenarnya motivasi utama saya melakukan tersebut tidak lain disebabkan oleh suara - suara miring dari beberapa kerabat yang mengatakan saya tidak akan bisa berkompetisi dilingkungan perkotaan. Maklum saya sebenarnya berasal dari salah satu pulau yang berada di luar Jawa. Ditambah dengan penolakan halus dari SMU X manambah keyakinan dalam diri saya bahwa saya bisa menjadi yang terbaik dimana saya berada. Tepatnya menjelang kelas 3 SMU pada tahun 1993, dengan beberapa kesibukan aktivitas saya menyempatkan diri mengikuti perlombaan karya tulis remaja tingkat nasional dalam rangka hari kebangkitan nasional. Dengan pengalaman menulis otodidak saya mencoba mengirim karya saya ke Jakarta, dan tanpa diduga saya menjadi nominasi final di Jakarta.
Surat pemberitahuan tersebut datang kesekolah, dan saya dipanggil ke Jakarta guna melakukan presentasi akan karya tulis tersebut. Meskipun saat itu saya sangat sibuk disebabkan oleh jabatan ketua panitia perpisahan kelas 3, maka saya sempatkan diri menuju Jakarta untuk bergabung dengan finalis lainnya dari seluruh Indonesia.
Saat di Jakarta 5 orang finalis berkumpul, 2 orang dari Jawa tengah, 1 dari pulau Kalimantan, 1 dari pulau Sumatera dan saya mewakili Jawa Barat. Selama di Jakarta hanya saya sendiri yang tidak didampingi guru pendamping, pada saat itu saya hanya datang sendiri ke Jakarta dengan ongkos ala kadarnya.
Presentasi untuk mempertahankan karya tulis dihadapan para juri cukup seru, Juri tersebut diantaranya DR. Anhar Gonggong dan beberapa pejabat dari Depdikbud pusat.
Hasilnya.......Saya dinobatkan sebagai Juara pertama tingkat nasional mengalahkan empat finalis lainnya.
Terus terang yang terpikir saat itu bagi saya bukan gelar juara tapi saya sudah berhasil membuktikan ucapan terdahulu bahwa saya bisa menjadi yang terbaik. Ditambah dengan motivasi saya untuk bisa mendapatkan uang guna membiyai sekolah dan hidup menjadikan diri saya harus bisa menang dalam pertarungan hidup.
Beberapa bulan kemudian, saya mengikuti perlombaan karya tulis yang dilaksanakan oleh LP3I Jakarta, hasilnya adalah juara 2 tingkat nasional.
Sampai saat ini kegemaran menulis tetap saya lakoni, meskipun kesibukan yang menyita waktu saban harinya di sebuah perusahaan nasional tidak menjadikan saya lupa akan kegemaran tersebut. Suatu hal yang tidak seirama dengan gebrakan awal, saya menulis lebih cendrung untuk mendapatkan materi, namun saat ini saya menulis dengan keinginan ada perubahan perilaku, kebijakan terhadap objek yang saya tulis. Memang saya lebih banyak menulis dalam koridor advokasi yang cendrung membuat pembuat kebijakan cukup terusik dengan tulisan tersebut.
Waktu memang tak bisa diraba ..sekian tahun telah berlalu dan pendidikan S2 sudah dirampungkan, sekian tahun yang lalu. Dan kini aku bebas menapak kehidupan dengan bisikan nurani......
Renungan dari Cerita ini :
1.. Jangan anggap penolakan sebagai harga mati untuk tidak bisa berkarya
2.. Suara - suara miring jangan dianggap sebagai beban, namun tantanglah suara tersebut dengan hasil yang lebih baik.
3.. Kehidupan akan nikmat jika kita merasakan gado -gado kehidupan yang pada akhirnya dengan bijak dapat kita putuskan sebuah jalan rintisan.
Kunci Sukses Berpikir Berpositif
Kunci Sukses Berpikir Berpositif
Mau tahu kunci kesuksesan hidup? Berpikirlah positif. Ya, berpikir positif membuat Anda maju dan sukses. Dengan pikiran yang positif Anda dapat menjalani segala sesuatu tanpa terbebani oleh seribu pikiran buruk. Anda juga terhindar dari perasaan takut gagal. Jalan di depan Anda pun selalu terasa lapang.
Berpikir positif juga menyehatkan. Donald C. Cole, MD, peneliti senior pada Institute for Work and Health di Toronto, menyatakan berpikir positif membantu kesembuhan seseorang, bahkan yang terkena penyakit kronis. Ini bukan omong kosong klise belaka. Salah satu alasannya, karena itu memberi perasaan memiliki kendali atas kesehatan tubuh dan masa depan Anda, jelas psikolog klinis Elizabeth Carl, PhD.
Anda ingin tahu bagaimana langkah berpikir positif itu? Ikuti jurus-jurus berikut ini.
Bangkitkan motivasi. Membangkitkan motivasi diri yang kuat dan menambah wawasan yang memperkuat berpikir positif merupakan langkah penting. Pengukuran kualitatif motivasi dapat dilakukan dengan memberikan pemisalan negative case jika suatu tujuan tak tercapai. Misalnya, renungkanlah kemungkinan jika Anda tak diterima kerja? Dari jawaban Anda, Anda dapat memprediksi dan merasakan seberapa kuat motivasi Anda untuk diterima kerja.
Yakinlah bisa.
Kelemahan motivasi acap disebabkan oleh pikiran negatif tentang kemampuan diri sendiri, atau tentang mekanisme gerak kehidupan. Cobalah untuk membangkitkan konsep diri positif pada diri Anda. "Jika saya berpikir bahwa saya bisa, maka saya bisa." Katakan setiap ingin melakukan apapun. Yakinkan bahwa Anda bisa. Jika saat ini gagal, berusahalah terus-menerus tanpa kenal lelah. Percayalah, sugesti dari dalam diri dapat membantu Anda mempercepat mencapai proses yang Anda harapkan.
Jangan fatalistis.
Jauhkan paham fatalisme yang menyerah pada nasib. Ini punya pengaruh kuat dalam diri Anda untuk membenarkan kegagalan. Menyandarkan kesalahan atau kelemahan pada takdir, yang pengejawantahannya seperti dalam pernyataan bahwa "Saya pada dasarnya bodoh", misalnya, merupakan sumber negative thinking yang signifikan. Anda harus memeranginya, jika ide tersebut ada pada diri Anda.
Lihat sisi baik.
Pandanglah sesuatu dari sisi baiknya. Karena berpikir positif adalah memandang segala sesuatu dari sisi pandang kebaikannya. Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan kemampuannya pada suatu saat. Bukan sebagai suatu "kebodohan yang menimbulkan berbagai kesialan", tapi memandangnya sebagai suatu tantangan yang amat nikmat untuk diatasi. Orang yang berpikir positif akan memandang perjuangan dan harapan. Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan ekonominya sebagai suatu sarana untuk hidup sederhana. Dan dengan kesederhanaan ini ia akan mencapai kebahagiaan.
Mandiri selalu.
Pertahankan kebebasan Anda. Kebebasan adalah sesuatu yang paling bernilai yang dimiliki setiap orang. Kekebasan untuk berpikir, mencipta, akan tumbuh seperti yang Anda harapkan, tentunya dengan cara yang positif. Ketika Anda menjadi amat tergantung pada orang lain, Anda akan berpikir destruktif dan menjadi malas.
Tumbuhkan sikap ketaktergantungan segera mungkin.
Bertanggungjawablah pada hidup dan tindakan yang Anda lakukan. Sekali Anda merasa mampu mengontrol hidup, Anda memulai perjalanan pikiran positif Anda. Selalu ingat ketika Anda sedang memiliki masalah dengan berpikiran positif. "Anda adalah apa yang Anda pikirkan, dan Anda merasa apa yang Anda inginkan." Dengan melakukan ini, Anda akan selalu menjadi seorang pemenang dan seorang survivor ketika masa-masa sulit.
Langganan:
Postingan (Atom)


